Sapa pagi !!!

"MEMBERI YANG TERBAIK UNTUK KELUARGA, BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN"

Selasa, 19 Juli 2011

CENDEKIA KIDS CLUB Pekalongan

di Cendekia Kids Club Belajar nya  seruu looh
Penuh tantangan , nggak mbosenin, bikin aku semangat belajar

Lintang Abhisha
salah satu siswa di CkC ini ikut program di CkC sejak usia TK, kini dia di terima di  kelas 1 SD Muhammadiyah Program Khusus Kedungwuni. Alin ( panggilan Lintang ) sudah menguasai perkalian hingga 3 digit bahkan bisa menyelesaikan soal-soal kakanya Aya dan Lisa yang duduk di kelas IV, menguasai materi jauh di atas materinya di sekolah membuat dia percaya diri , seperti anak -anak lain Alin masih suka ngambek dan sedikit manja , namun dengan suasana belajar yang menyenangkan, bermaian dan semi privat serta mengedepankan pemahaman konsep soal -soal perkalian bisa di kuasainya dengan mudah tanpa harus tegang menghafal perkalian.

Begitupun juga dengan Salma, gadis mungil ini bahkan telah menguasai perkalian 4-5 digit dan dengan permainan geometri dia bisa mengerjakan soal-soal geometri tanpa takut dengan Rumus-Rumus yang bikin pusing...kini Salma duduk di Kelas II MI, suka banget kalau di beri soal Luas sebuah persegi karena dia Fun banget mengerjakan perkalian dengan 2 bilangan yang sama ....jadi nggak susah lagi menerangkan kalau itu namanya Kwadrat. :) . sekarang Salma sedang belajar tentang materi Pengukuran....

Belajar Berhitung dengan Mudah

Tahun Ajaran baru membawa berkah baru untuk ku
Alhamdulilah makin banyak saja orang tua yang mempercayakan anak-anaknya belajar di tempat kursus
CENDEKIA FUN CLUB Pekalongan .
Yang membuat aktivitas ku makin menantang adalah kecenderungan orang tua yang memaksukkan anaknya di KELAS BERHITUNG, meskipun usianya masih Pra TK.
Untuk kelas Pra TK biasanya yang ku berikan adalah pengenalan konsep bilangan. yang di kombinasikan dengan permainan, anak-anak usia kurang dari 6 tahun cenderung  tidak betah untuk berlama-lama duduk manis di depan buku , sehingga perlu sekali variasi dalam penyampaian materi untuk mereka.
beberapa permainan dan simulasi selalu jadi kejutan buat mereka, yang utama dan selalu aku tekankan kepada seluruh  Fasilitator di CFC ( Cendekia Fun Club) adalah setiap pertemuan  materi harus tersampaikan .tercatat dan terprogram sesuai standart kompetensi yang sudah kita sepakati bersama dalam satuan pengajaran tiap pertemuan.
Aktivitas siswa Pra TK CENDEKIA FUN CLUB Pekalongan
calistung dengan media  tulis baca yang menarik
Pengajaran semi Privat 
memudahkan pemantauan dan penyampaian materi
Plus Edutainment dengan Multimedia
mengenalkan anak bersahabat dengan teknologi 

Kususuri Borneo dengan JARIMATIKA


Siang itu saat matahari mulai condong ke barat….panasnya sudah mulai merambat  ke  samping kanan Gedung kapis Square Lt 2 yang seluruhnya di kelilingi kaca , membuat peserta training JARIMATIKA di Tegal saat itu mulai menggeser tempat duduknya ke kiri…ku dengar dari tas ku bunyi Getar HP Motorolla Jadul yang sudah sedikit retak LCDnya :), Ku biarkan Hp ku 3 kali bergetar ..karena waktu sudah jam 3 waktu Tegal , aku masih harus menyelesaikan penilaian Mikro teaching untuk 4 orang lagi . Sampai akhirnya kututup acara dengan ARAMSASA ( gerakan saling memijat pundak bergantian antar peserta training sambil berdentang Aramsasa2x  dule-dule ramsasa) membuat suasa tambah Gerr..coss gaya lucu-cunya peserta saat Microteaching juga sudah cukup membuat  suasana panas itu jadi bergairah, setelah menyampaikan sedikit revisi untuk penilaian., akupun turun ke lantai satu… baru ku buka Tas dan ku ambil Hp ku….hmm…dari Bu Septi,namun karena LCD di hpku pecah aku tak bisa membaca dengan jelas keseluruhan Teks sms, hanya bagian bawah kalimat yang terbaca …jam 8 yaaa Via Bandara A Yani Semarang. Begitu penasaran ku dengan SMS nya Boss, ku pinjam Hp peserta dengan alasan Batreyku Low bad…(hehe ngelees).dengan Hp itu  barulah  aku bisa membacanya teks nya dengan lengkap…Mbak Vivin tanggal 5 -12 juli ini  Road show JARIMATIKA yaa di Pontianak bareng aku …tanggal 5 Juli 2007 jam 8 yaa Via Bandara A Yani semarang
GUBRRAAK!!..dadaku langsung dag dig dug membaca isi SMS…....bangga banget rasanya Waah… kesempatan nie manggung bareng sama Boss, ..memang bukan yang pertama ke luar jawa (terbang pertama ke luar jawa adalah ke Batam , Kepri ) namun setidaknya dari waktu yang tertulis di sana begitu lama ..pasti seruu dan banyak banget yang harus aku siapkan.
H-1 keberangkatan ke Pontianak, Bu Septi sms lagi “Penerbangan jam 8.15 pakai Batavia , jadi siap 1,5 jam sebelumnya yaaa.. mbak “ mulai dech buka Peta Indonesia trus cerita ke anak-anak tentang rute perjalanan mamanya besuk….aku katakan ke mereka   ‘ mama akan membelah Laut jawa Nak” seperti biasa wajah-wajah meraka sudah mulai cemberut macam jeruk purut yang biasa buat pengharum gelas Es cendol hehe…apa lagi mendengar mau ditinggal seminggu lebih  …kalo sudah begini banyak dech jurus yang sudah di siapkan Papanya dari “entar kita mancing ;’ atau …”kita ke laut ya.. “ bla..bla..bla …Kalau suami sie mendukung banget langkahlu dia tau aku punya potensi …suami juga sadar  rejeki Keluarganya harus di jemput di Kalimantan lewat perantara istrinya…hehehe . Sebelum berangkat  seperti biasa aku mesti siapkan seragam dan baju maen yang sudah harus tertata rapi selama 10 hari kedepan untuk keluarga …jadi selain Packing buat sendiri, harus juga nyiapin untuk  yang di rumah…”jangan sampai di tinggal jauh..trus mereka Telp “mamaaa…kaos kakiku item yang sebelah mana …. “ hahahaha yang ini sie biasa terjadi jadi hapal banget….walaupun  sudah di siapin dari awal…. 
Add caption



                                                                                                                                        Kamis  5 Juli 2007
Bismilah ..Adzan Subuh mulai berkumandang saat roda scutermaticku melaju melewati jalan Alternatif Weleri –Kendal seperti biasa mampir dulu ke POM…untuk sholat dan istirahat sebentar ..Papa nglurusin kaki dulu sambil minta di Aramsasa….maklum berat juga naik motor MIOku sayang  dari Pekalongan ke Semarang apalagi dengan bawaan travel bag yang isinya seabrek  buat 10 hari hehe ( jadi ngerasain repotnya Mudik )….yang seruuuu kalo pas turun hujan..…praktis jadi perhatian orang….Karena bu Septi meminta aku siap 1,5 jam sebelum berangkat kira-kira  jam 6.30 harus sudah sampai Bandara….. selisih 15 menitan dari kedatanganku ..di susul Bu septi dan keluarga , waah..nie yang mau terbang emak-emak..bapak-bapak jadi Superdad sementara yaa…..kami pun melangkah masuk ke Ruang chek in meninggalkan Suami ku , Pak Dody, Ara dan Elan
Batavia Air membawaku ke pontianak dengan waktu  tempuh 1 jam 20 menit membelah laut jawa ..tanpa harus transit ke Jakarta terlebih dahulu ..sampai Pontianak sekitar jam 10 lebih , kami di sambut oleh teman-teman jarimatika Cabang Pontianak di lanjutkan dengan naik taxinya Pontianak  yang imut-imut ( jenis sedan mini ) .Ku kira hari ini kita masih mau beraptasi dulu dengan udara Pontianak yang begitu panas… Nggak nyangka ternyata Bu Septi sudah membawa run down acara yang sudah tersusun rapi..bahkan jam 14.00 WIB hari ini juga sudah mulai ada training Abaca-baca di Kantor Cabang JARIMATIKA Pontianak…oooo my God..bener-bener dech….belum terbayar nie lelahnya bangun pagi-pagi buta di tambah perjalanan pake motor ke Semarang ( pake MIO lagiiii yang boncengannya ngak ramah dan nggak nyaman untuk pembonceng apalagi untuk perjalanan jauh ) …OK !! Aku harus jaga stamina mulai sekarang …Apalagi setelah melihat dengan jelas jadwal acara Road Show ini…alamaaak….betapa tidak…..
Kamis Malam                    :         On air Radio mujahidin, dan salah satu radio Swasta
Jumat                             :          Pagi :  Seminar Jarimatika ( bersama bu Septi )
                                                 Sore : Terjadwal  Live  di TV KalBar
Sabtu – Minggu                :         Training JARIMATIKA ( ini bagianku J)
Senin                               :          Perjalana ke Ketapang
Selasa dan Rabu               :          Acara Training di Ketapang ( bagianku juga )
Kamis                              :          Pulang ke J awa

Owh …kebayang dech tenaga yang harus ku  siapkan untuk menjalani rangkaian acara itu…training kan 7 jam . ….semoga teman-teman pontianak bisa menyiapkan doping makanan yang bisa membuat staminaku Oke.. ( ngarep banget di perrhatikan hahaha) jauh-jauh dari Pekalongan pastinya mengharap wisata kuliner juga donk di Ponti..hehehe ( ngak ketinggalam request  jeruk ponti tiap hari J u menambah daya tahan tubuhku  )
Hari pertama di lalui degan luar biasa…setelah melalui training Abacabaca dengan media yang masih minim saat itu J kemudian jadi asistenya Boss   , nenteng laptop vaio nya kesana kemari hiks berlagak jadi ajudan…mendampingi siaran di radio …malemnya makan malam di Atas sungai Kapuas…yang ini berkesaaaaan banget makan sambil melihat aktivitas sungai dengan lalu lalang kapal klotok yang setiap lewat dekat ke tempat kami duduk…pondok mirip saungnya orang Jawa Barat ini ikutan bergetar…, menikmati sajian ikan bakar khas pontianak di atas sungai kapuas ..hmmm serasa mimpi saja…


Jum’at, 6 Juli 2007
Hari kedua Acara seminar JARIMATIKA, seperti seminar-seminar JARIMATIKA sebelumnya..pastinya Heboh…dan super seruuu….apa lagi acara berlangsung di Auditorium UNTAN ( Universitas Tanjungpura ) yang begitu luas dan penuh oleh atusiasme peserta..bahkan banyak di antara nya adalah para suster yang berbaur dengan ibu-ibu berjilbab larut dalam suasana ceria berhitung dan bermain di JARIMATIKA …sungguh pemendangan yang elok. Sorenya kita ke STASIUN TVRI Kalbar untuk live acara “Bincang sore dengan penemu metode JARIMATIKA “ selesai Shoting di TVRI Kalbar mendadak ada rencana hebat ( menurutku ) karena kita mau di ajak Jalan-jalan ke Tugu kaltulistiwa sebuah Equator Monument yang berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah. Untuk sampai ke Pontianak Utara harus melewati jalan TOL baru ( banyanganku jalan Tol seperti di jawa ) hmmm….. ternyata dugaaanku meleset jauuuh….jalan TOL menurut masyarakat Ponti adalah jalan Layang di atas sungai kapuas yang menghubungkan dua daerah …mereka menyebutnya jalan TOL … J)) , saat jalan-jalan itu dapet satu pengetahuan baru bahwa  dipulau  Kalimantan tidak akan pernah ada gedung percakar langit  atau Rel Kereta Api sebab di sana bila di tanam pondasi …..konon menurut cerita Pondasi  yang tertancap akan lenyap di telan bumi…..karena di bawah pulau ini adalah gambut basah …..hmmm bak “Pulau terapung saja yaaa “ gumanku…., Perjalanan sore itu begitu berkesan sepanjang jalan bisa menyaksikan rumah-rumah yang semuanya berbentuk panggung dengan tonggak-tonggak kayu menancap di  tanah-tanah basah seperti rawa….pasti sangat tidak Nyaman bila musim hujan… J)  .

Tugu Katulistiwa…. bangunan yang menurutku unik konon katanya untuk menentukan titik 0 derajat butuh waktu puluhan tahun dan berkali-kali mengalami renovasi…..Suasana yang sudah mulai temaram membuat kami sedikit kesulitan mengamati bentuk kubah yang seperti gambaran garis –garis lintang dan busur yang mengelilingi bumi…hanya sinar lampu kubah yang tampak…membuat kami mulai berlagak narsis ….Masih ingat waktu itu kita mengabadikan moment itu dengan Hpnya Bu Septi Nokia seri 6600…..( maklumm  Hp jadulku gak pake memory card, apalagi kamera digital aduuh blm kebayang untuk beli saat itu ) .Alhasil foto2 kenangan di tugu katulistiwa itu  akhirnya  terhapus  hiks..hiks …ngak ada dokumentasi lagi untuk moment indah  di Tugu katulistiwa. Puas bergaya di Sekitar tugu…kita kembali ke Kantor cabang untuk breafing mempersiapkan acara training esok hari .

Sabtu & Minggu 7,8 Juli 2007
Melewati 2 hari acara training di UNTAN luar biasa capeek banget raga ini ..Bu septi sudah duluan pulang setelah sesaat membulka training hari pertama tinggalah aku dan bu dian yang meneruskan Road Show Jarimatika ini hingga tanggal 12 nanti. Acara Training di UNTAN itu adalah Training dengan peserta terbanyak selama 4 tahun jadi trainer..mengajar JARIMATIKA dengan peserta 80 orang lebih dengan ruangan Auditorium yang begitu luas…bener-bener menguras tenaga …untung terbantu dengan teman-teman cabang yang sudah pernah ikut training JARIMATIKA bersama  Bu Iin ( trainer JARIMATIKA Paling senior dari Depok  ). Mereka menyebar menghapiri peserta-peserta yang kesulitan memahami materi…..Bener-benar pengalaman yang super seru…..karena capek dan penatnya …jujuuuur aku mulai kangen rumah..ingat anak-anak..( nangis dech hiks..hiks..namanya juga emak-emak yang punya anak ) .Training itu sungguh tak  terlupakan. Di tambah bumbu pengalaman lain ..dimana empat  hari  di  Pontianak dihadapkan pada kondisi air yang sangat memprihatinkan ..masyarakat di sini menampung air hujan untuk keperluan sehari-hari..sementara air PAM berwarna kuning dan sedikit beraroma…sehingga bila kita mandi kita pake 3 gayung terakhir air hujan yang bersih untuk menguyur tubuh kita.Begitu mahalnya memperoleh air bersih ..tandon- tandon air di buat di setiap rumah , ada yang permanen menggunakan  bagunan , ada yang memakai tangki-tanki air yang ukurannya empat kali lipat Tangki air yang pernah ku lihat di Komplek perumahanku. Bagitu bahagianya orang jawa dengan air PAM jernih dan segar .   Sadar dengan kondisi trainernya yang mulai drop malam itu teman-teman cabang mengajak kita makan makanan Thailand yaitu Tom yam..dengan kuah Cumi dan Udang segar…membat mata kembali berbinar-binar…pulangnya nenteng cemilan Pisang Ponti dengan toping aneka rasa sintetis ( mirip makanan tela-tela namun memakai bahan dasar pisang Ponti yang di iris memanjang dan di goreng cryspi hmmm yummy ). Malam itu setelah bisa tersambung dengan suara Suami dan anak-anak tidurku bisa sedikit tenang..ku katakan pada mereka besuk mama mulai perjalan ke Ketapang..doakan mama ya nak ‘…seperti biasa jawaban mereka dari sana “Mama pulangnya kapan ?” hiks…beginilah hati emak-emak…. “kemanapun raga pergi..hati dan fikiran tetep di rumah…”


Senin,  9 Juli 2007
…… Ada rasa dan kesan tersendiri pagi itu, bahkan aku masih ingat Aroma air hujan yang baru saja membasahi Pontianak. baru saja aku dan teman-teman Jarimatika Cabang Pontianak merencanakan masak sayur asem. kangen rasanya lidah Jawaku menyantap sambal terasi dan Segarnya sayur asem. Kurang lebih lima hari larut dalam padatnya acara Pelatihan dan seminar serta jadwal on air di beberapa Radio bersama Bu Septi , Kini tugasku melanjutkan acara Road show Jarimatika ke Kota Ketapang ( sebuah daerah tingkat dua di kalimantan Barat ).Perjalanan ke Ketapang melewati bandara Supandio Pontianak terjadwal pukul 14.00 asyiiik  santai dullu bisa puas makan sayur asem , sambe trasi dan anaka ikan goreng .Kesibukan di dapur  yang ceria dengan cerita-cerita seru teman-teman cabang tentang  training JARIMATIKA yang berlangsung kemaren  mendadak berubah hening setelah mbak Mira membisikkan sesuatu ke mbak Ririn …suasana benar-benar berubah  ..ku ingat waktu itu Pukul 09.07 WIB sesaat setelah telfon berdering , yang kemudian ku ketahui berita dari sang penelpon yang tidak lain adalah dari Maskapai Trigana air. Petugasnya mengabarkan tentang rencana pembatalan penerbangan ke Ketapang pada  jam 14.00 nanti ,membuat semua tak berselera lagi menikmati segarnya sayur dan sedapnya sambal yang kami buat.
"Bu , Kita Harus Naik Kapal ! , Kata mbak Ririn. Suaranya agak sedikit bergetar menyampaikan berita itu, “Kenapa mbak “, tanyaku. Barusan ada telp dari Trigana Air ( masakapai penerbangan Lokal ) yang mengabarkan bahwa di bandara ada Sterilisasi karena kunjungan President SBY yang akan meresmikan TOL ( Jembatan yang kita lalui semalam). “Berapa jam mbak perjalanan dengan kapal ? tanyaku masih tenang karena masih berharap ada jalan lain untuk bisa sampai ke Ketapang… tanpa harus lewat kapal … "duabelas jam perjalanan bu” Kata mbak Ririn  ,sedikit kaget membayangkan lamanya waktu yang akan di tempuh untuk mencapainya....terbayang olehku rimba Kalimantan dengan sejuta cerita di sana, Bathinku berkecamuk ..detak jantung terasa sangat …seolah-olah ingin mengatakan Haruskan ku pertaruhkan langkahku dengan perjalanan seberat ini, , Pukul 10.15 waktu Pontianak..sepertnya keputusan memang harus segera di ambil ..ndak ada cara lain untuk sampai ke ketapang selain naik kapal..hmmm aku sedikit raguuu (  namanya saja pengalaman pertama ..di pulau  orang lagi ) …..tapi…" Bagaimanapun Ini tantangan, harus yang ku jalani", perlahan ku ketik barisan kata di hp ku ,rasanya ingin segera ku kabari Ibu, Bapak, Suami dan anak-anak , namun niat itu aku urungkan.... "Ah, nanti saja..siapa tau masih ada jalan lain untuk menuju Ketapang…”gumanku masih terus berharap ada jalan lain selain naik Kapal . ..sambil menutup kembali flip hp di tangan .
Lama sekali…kami  mencari alternatif transportasi selain Kapal … lagi-lagi sepertinya tak ada di pilihan  ...SEKALI  LAYAR TERKEMBANG  PANTANG BIDUK SURUT KE PANTAI... ( standart banget yaa pepatahnya..hehe  ) bagaimanapun aku harus berangkat di sana sudah ada 53 perserta yang sudah menanti, Bismillah sebuah keputusan dan  tantangan besar buat emak-emak rumahan sepertiku yang sedang di tuntut menjadi seorang profesional  J Doakan Mama yaa Nak,..semoga mama pulang nanti membawa cerita seruuu untuk Kalian. Begitu kalimat penutup di smsku ke meraka di rumah…..




Senin, 9 Juli 2007
Perjalanan di mulai ……Mbak Mira  menghentikan taxi, bergegas membukakan pintu, Aku melangkah mendekat ke pintu dengan tas kecil berisi bekal…tapi ia menahan langkahku . Dan memegang tanganku seraya berkata "Bu , Maaf kan kami…membuat perjalanan ini akan menjadikan tugas ibu di Ponti ini tidak nyaman " katanya . "Ada rasa pekewuh dari panitia dengan keputusan ini. Mbak Mira memang tidak ikut jadi dia melepasku dari kantor cabang..perjalananku akan di temani mbak Ririn. Taxi melaju membawa ku tujuan ke sebuah dermaga penyeberangan. Selepas meninggalkan kota Pontianak ., suasana alam kalimantan mulai aku nikmati apalagi setelah taksi berbelok ke kanan menuju jalanan terjal yang hanya bisa di lewati satu mobil..sehingga harus antri menunggu apabila ada mobil atau truk lain yang akan menuju arah yang berlawanan..di kiri dan kanan pemandangan asing yang hanya bisa ku lihat dari jendela Taxi  rumah-rumah transmigran yang berbentuk panggung dengan bagian bawah rumah di genangi air terlihat jala-jala membentang sepanjang pekarangan sementara untuk masuk ke rumah harus melewati tangga kayu…jarak antara rumah satu dengan yang lain  lumayan jauh….wajah-wajah penduduknya familiar dengan saudara sendiri di jawa…beberapa kilo kemudian ada juga rumah-rumah dengan pekarangan yang cukup luas ..kering tak berair pekarangan luas itu di gunakan untuk mengeringkan ikan-ikan  yang di asinkan , sangat berbeda seperti perkampungan yang ku lewati sebelunya,  namun rumah-rumah itu  tetap berdiri kokoh di atas tonggak-tonggak kayu. Siang itu cuaca cukup panas sepertinya banyak  penduduk yang berada di dalam rumahnya….terlihat banyangan televisi dari balik jendela yang hanya di tutup kain seadanya sebagai korden….suasana berbeda ku dapati saat melewati sebuah pasar… bau menyengat ikan asin  menusuk hidung …sepanjang jalan yang di jajakan oleh para penjual di sana krupuk-krupuk ikan ..namun ku amati ada beberapa produk makanan yang sepertinya bukan produksi indonesia..hmmm baru sadar aku sekarang berada di Pontianak…yang sangat dekat dengan negara tetangga.   
Penat mulai menguasai tubuhku apalagi  di depan ku terjadi insiden sebuah Mobil jenis pick up terguling ke kanan hampir masuk air, menunggu truk derek mengangkat mobil …ku legakan tenggorokan dengan air yang sudah tidak dingin lagi dengan sebuah jeruk ponti…setelah menunggu evakuasi pick up cukup lama ..taxi mulai bergerak dengan perjuangan mencari jalan menembus kemacetan kerena adanya insident tadi membuat kemacetan cukup panjang terjadi  padahal jalan begitu sempit…asli …nie otak dan badan udah ngak konek lagi  saat itu …..jujur aku sedikit takut…baru kai ini melakukan perjalanan sendiri tanpa keluarga..sungguh berartinya orang-orang terdekat kita di saat kita sendiri di hadapkan pada situasi sulit..banyak orang di sekitar kita namun bukan Ibu…bukan bapak, saudara kandung, bukan pula suami dan anak-anak…sekejap ku tepis..bukankah ada Allah dan kepadanya kita berserah dalam situasi apapun…. Alhamdullilah dengan sekali tarik napas dan istiqfar…kekuatanku kembali bangkit dan kembali bersemangat menghadapi tantangan berikutnya….dermaga penyeberangan sudah di depan mata ..tertambat di sana sebuah very  kecil …Dibantu sopir taxi aku dan mbak Ririn menurunkan barang bawaan…terdengar sapapan santu berlogat jawa kental dari bapak-bapak pemilik warung yang berikut ku ketahui bernama pak Sajad…. Dia menawarkan tempat sholat dan istirahat… yang akhirnya ku tahu ternyata berasalnya dari Ponoroga Jatim, sambil menikmati teh panas buatannya kami mendengarkan cerita perjuangannya merantau di Pulau Borneo ini … sejak 18 tahun yang silam .

Tak berapa lama ku dengar pengumuman pintu loket di buka …jarak dari warung pak Sajad ke loket kira-kira 25 meter cukup tertatih-tatih membawa Travel bag karena rodanya tak bisa bergerak di tanah berbatu..terpaksa  kami harus membopongnya sampai Loket….Alamaak !!! tertulis Jam 17.00 jadwal berangkat “kapan sampainyaaaaa….  saat itu udah mulai emosi aja bawaannya hahaha( sabaaaaar bu “ )  ….ku sandarkan kepalaku ke bahu mbak Ririn..dengan sebisanya mbak ririn memijat kepalaku ..kemudian punggung…lalu menawarkan jahe Merahnya  ( Mbak ririn jago banget bikin minuman dengan jahe merah asli ) rasa hangat dan aroma jahenya membuatku sedikit rilex…kami di sarankan oleh  salah seorang penumpang agar segera masuk ke kapal . Masuk ke kapal pun masih perlu perjuangan …kita melewati semacam jembatan dari besi yang menghubungkan daratan dengan Badan Kapal….bentuknya  mirip very namun berukuran kecil . kita melewati badan kapal dengan beberapa sepeda motor di parkir di sana masih dengan bawaan travel bag kesayangan dengan ukuran superbig yang setia menemani petualanganku senja itu…….dengan terseok-seok kuangkat satu-satu melewati tangga besi yang lebarnya hanya 50 cm..ketinggian tangga ira-kira 1,5 meter…cukup membuat napas ngos - ngosan…J itu belum selesai kita masih harus menaiki tangga yang sama untuk menuju dek kapal di bagian atas, sampai di dek kapal  kami mencari-cari tempat untuk menyadarkan badan…ternyata tak ada tempat duduk dengan sandaran yaman , yang ada hanya kursi-kursi fiber mirip kursi halte berwarna biru dengan tempat duduk agak berjarak sehingga kami tak bisa saling bersandar….( sekedar beradu punggung untuk  melepas lelah ) hhhmm sedikit JAIM dengan Pdnya duduk manis di kursi mirip halte itu sambil menunggu penumpang laen masuk….sesekali dengan santainya ku berdiri di samping kapal melihat pemandangan sekitar…menikmati pemandangan yang tampak di pelupuk mata ….sepertinya posisiku ada di dekat laut …atau mungkin sungai ini terlalu luas sehingga tak tampak tepinya….Mulai ku pencet keypad hp untuk meminta restu dan doa orang rumah karena perjalanan akan segera di mulai…. …begitupun kukirim bait2 kalimat u bu Septi.
Senja makin memerah…angin di sekitar dermaga mulai kencang…makin lama penumpang kian sesak…aku tertawa dalam hati alhamdulilah aku dateng duluan sehingga dapet tempat duduk….namun makin lama penumpang makin penuh dan sesak…makin aku sadar ternyata aku salah memilih posisi duduk…bukankah  ini perjalanan semalam suntuk dan kapal ini tanpa penutup …hawa dingin yang mulai menusuk tulang membuat aq makin menyadari di hadapkan pada situasi berbeda dengan Bandara atau transportasi darat  dan parahnya lagi saat itu aku memang tak bawa Jaket  .. SALTUM  bener aku saat itu …astagfirullahhaladiim …ya Allah….sepertinya sholatpun harus dengan Tayamum….makin lama kapal makinpenuh sesak ….suasana hati makin tak karuan ku rubah sudut pandang otakku dalam situasi begini gak boleh Jaim..di Bandara Aku bisa aja tampil cantik pake baju modis bahkan mungkin dengan sepatu hak tinggi …tapi ini lain..ku lihat cara penumpang lain duduk , mereka memanfaatkan sisi kapal yang tingginga kurang lebih 1,5 meter untuk bersandar…bahkan merebahkan diri di lantai kapal … duduk di bawah kaki- kaki tempat kami duduk , jumlah  kursi yang  tak lebih dari 20 …itu ternyata bukan tempat favorit bagi mereka yang biasa naik transportasi ini.
Dengan alas..jas hujan, tikar…bahkan kardus bekas atau koran mereka jadikan alas untuk duduk dan berbaring …ada juga yang membawa   termos panas  sebagai bekal minuman hangat  karena membawa bayi…selimut tebal . …mantel tebal  ..ada pula yang membawa bantal…hmmm…….Kapal super ekonomi….gumanku…rasa dingin yang teramat sangat karena senja hampir berlalu dan suasana mulai temaram…..namun kapal belum beranjak juga dari tempatnya dari sejak kita masuk tadi sepertinya sudah 2 jam lebih aku dan mbak ririn berada dalam kapal…deru mesinkapal  yang sejak tadi  terdengar   rupanya hanya untuk memanaskan mesin gemuruh nya mulai berbaur dengan suara hiruk pikuk penumpang  , tangisan dan rengekan anak kecil dengan suara ringtone Hp yang berbunyi berulang –ulang sepertinya sengaja di mainkan oleh anak-anak untuk membunuh  rasa bosanannya  juga ..membuat kepala ini makin berat …suara –suara orang yang mungkin berasal dari satu daerah yang sama kemudian ketemu di kapal itu dengan tujuan yang sama pula…..hingga menanyakan kabar tetangganya masing-masing…masuk dalam salah satu memory pendengaranku….aaaah EGP…gumanku dalam hati ..karena aq makin mengingil kedinginan tanpa kain tebal untuk mehahan tiupan angin malam menyentuh kulitku… mbak Ririn mewarkan jaketnya namun ku tolak  karena aku tau dia juga butuh..... waah kalo begini caranya Ilmu Pramuka yang harus ku pakai ( otak kananku mulai KLIK ) …aku beranjak bergerak dari tempat duduk…dengan hati-hati kulewati kaki kecil yang berbaring di bawahku….aku menuju sujut tempat aku meletakkan Travel bag.. ternyata di sudut itu  dingin sekali…rembesan air di dinding besi membuat permukaan nya basah aku urungkan niatku untuk duduk di sana ….ngak mungkin aku duduk di situ semaleman….akhirnya dengan sedikit usaha sambil kena marah orang aku tarik travel bag ke tempatku duduk ku cari kunci dan mengeser kodenya ..ku ambil blaser BIRU yang kemaren ku pake saat mengajar Basic Training di UNTAN dengan sedikit ku  paksa..karena ngak mungkin membuka seluruh resleting travel bag  ….hingga salah satu kancing Blazerku  terlepas…nggak papa cuman kancing …..buru2 ku pakai Blaser BIRUku ..posisiku masih membungkuk menahan dingin…ternyata Blaserku masih belum cukup menghangatkan badan..karena tiba2 angin berhembus kencang seolah akan menghantam kapal terdengar suara Gedubraak yang amat keras….dari bawah …entah apa yang terjadi…beberapa penunpang laki-laki dengan sigap membantu para ABK menutup samping kapal dengan terpal-terpal seadanya….hujan mulai turun…di iringi angin kencang membuat hantaman air hujan ke terpal memninbulkan suara gaduh dan mencekam….tak jarang airnya masuk ke dek tempat kami berada karena Terpal tak sanggup menahannya… situasi saat itu bagiku makin mencekam…dalam kegelapan dan keheningan petang itu aku sempat menitikkan air mata…. Ya Allah lindungi aku….( manusiawi kan ??jujur aku  takut banget  )…masih dalam posisi membungkuk  ku ambil blaser merah kurangkapkan tubuhku dengan dua Blazer  ..Sudah Nggak berpikir lagi masalah penampilan pantas atau tidak pantas ….yang kulakukan saat itu adalah melindungi tubuhku dari hawa dingin yang menusuk tulang ..perlahan dan ku rapatkan travel bag ke kakiku…aku rebahkan kepala di handle travel bag dengan kedua tangan ku masukkan ke saku blazer  untuk beberapa menit aku nyaman dengan posisi itu …. 4 jam berlalu ..dan masih di dalam kapal….sementara kapal belum beranjak…dari tempatnya… L
Hujan  mulai reda….. terdengar bunyi mirip sirene Kereta api…mungkin tanda kapal akan berangkat..terdengar teriakan-terikan dari bawah…sepertinya komando untuk mengangkat jembatan mirip lempengan besi yang menghubungkan tepian dermaga dengan Kapal…. Malam sudah menjelang…kanan kiri pemandangan hanya kegelapan…sang petugas kapal menyalakan televisi ukuran 21 inchi ..kemudian memasang kaset VCD ….ooh makin lengkap ke khasan Transportasi Kalimantan ini… …karena ternyata yang di putar adalah VCD orkes Melayu…bahkan aku masih ingat ada bagian yang menampilkan si “dewi bintang “ biduan dangdut Lokal asli Sragi Pekalongan yang kabarnya sekarang masuk dunia politik dan sekarang jadi Anggota Dewan yang terhormat…J,hmmm jauh-jauh naik kapal hingga Kalimantan masih saja di suguhi penyanyi dangdut asal kota sendiri… J) Perjalanan malam itu  bener-bener pengalaman tak terlupakan sepanjang hidup …bau khas air  dan suasana malam itu bener2 menambah seruuuu sebuah perjalanan luar biasa dalam Niat berbagi ilmu JARIMATIKA ….dan jadi Perjalanan paling berkesan sepanjang sejarah  menjadi Trainer JARIMATIKA INDONESIA …salah satu yang jadi kebanggaan ku sampai saat ini adalah ketika harus menceritakannya kembali pengalaman naik Kapal ini…. 12 jam bukan waktu yang pendek…. …doa dan dzikir terlantun syahdu...sebagian penunpang yang berada di bawah dengan keluarganya sepertinya mulai tertidur pulas.….aku hanya bisa mengerakkan badanku menunduk dan tegak karena kaki –kaki kami juga di gunakan untuk tempat penumpang  anak-anak merebahkan diri mungkin dekat dengan travel bag ku dia merasa hangat….Dalam hati berpikir, pantas saja kalo ada tragedi kapal tengelam banyak sekali menelan korban…ternyata memang ngak cukup celah bagi penumpang untuk bisa menyelamatkan diri. Perjalanan makin menjemukan seolah jam tak bergerak..deru mesin kapalpun seolah mati..atau mungkin lajunya hanyadi di bantu aliran arus sungai …..entah dalam suasana apa Otakku malam itu….Alfa , Beta , gamma …. Hahaha suasana WASPADA!!! Separuh malam Masih ku bunuh waktu dengan sholawat dan dzikir…Siyal hp sudah mulai hilang….tak ada kontak lagi dengan orang rumah…rasa kantuk mulai mendera namun tak jua bisa terlelap…..ku nikmati detik demi detik yang berlalu…hingga sayup –sayup terdengar suara Kalam Allah yang di lantunkan lirih diikuti kerlip lampu dari kejauhan…semoga subuh segera datang dan pagi menjelang ..dan berharap cepat sampai ke daratan kembali …..bener yang ku pikirkan ternyata suasana perkampungan makin dekat…kapal mulai melambat…semburat jingga dari timur pun memberi isyarat fajar mulai menyapa…perlahan kapal bergerak ke kiri di iringi hantaman keras…  mulai lagi terdengar komando dengan teriakan-teriakan khas nelayan…kapal sudah di sandarkan…………...

                                                                                                    Selasa, 10 Juli 2007
Cukup lama menanti untuk turun dari kapal hingga sempat u menunaikan subuhan ……karena  bagian badan kapal yang di penuhi motor harus keluar terlebih dahulu…kumasukkan kembali 2 blaser yang ku pakai semalem..ku rapikan kembali travel bag dan barang bawaan lain…segera ku turuni dua tangga di kapal….dari jauh sudah terlihat sebuah panter hitam menunggu di sana….
Tepat jam  12 jam perjalanan dengani kapal… ternyata belum berakhir..kita masih harus melewati jalan darat dan membelah cagar alam Gunung palung  untuk bisa sampai ke Ketapang….Training terjadwal jam 09.00 .. pukul 6.15 kami bertolak dari tempat kapal bersandar..jalan yang kami lewati ternyata lebih parah dari jalan kemaren waktu berangkat menuju dermaga…ini bener2 Road race..dengan jalanan tanah berlobang….kanan dan kiri jalan adalah tanaman nipah yang dulu hanya aku lihat di buku IPS kelas 5…. Anak-anak bermain bertelanjang dada dengan anjing hutan yang berkeliaran ….Badan terasa di lempar-lempar di dalam mobil…sesekali penduduk membantu mendorong mobil  kami karena terjerembab ke kubangan .…. Hingga ban mobil berputar membuat cipratannya mengotori kaca….sehingga panter hitam ini berubah  lebih eksotis degan warna Coklat tanah ….panter melaju dengan kecepatan rata-rata ….meninggalkan perkampungan …kini mulai melewati kaki Gunung Palung , Mb Ririn menceritakan tentang Gunung Palung sebagai  Taman Nasional. Yang terkenal dengan taman nasional  Gunung Palung di ketinggian 1.116 m. dpl merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang memiliki keaneka-ragaman hayati bernilai tinggi, dan berbagai tipe ekosistem antara lain hutan mangrove, hutan rawa, rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan pamah tropika, dan hutan pegunungan yang selalu ditutupi kabut.
Taman nasional ini merupakan satu-satunya kawasan hutan tropika Dipterocarpus yang terbaik dan terluas di Kalimantan. Sekitar 65 persen kawasan, masih berupa hutan primer yang tidak terganggu aktivitas manusia dan memiliki banyak komunitas tumbuhan dan satwa liar. Jalan yang aku lewati mungkin hanya di kaki Gunung..namun keanekaragaman tanaman tampak olehku…..’aq berharap sie …..ketemu Tapir atau anoa satwa khas kalimantan hahaha,….atau ketemu suku dayak ..sekalian aja ku ajari JARIMATIKA…pukul 09.15 mulai masuk ke batas kota Ketapang . Ketapang adalah sebuah DATI II  di Kalimantan Barat yang di belah oleh sungai pawan…bila kita melihat peta Kalimantan Ketapang berada pada Ekor pulau Kalimantan….suasana tenang jauh dari hiruk pikuk kota saat mulai masuk kota Ketapang…jauh banget lah dengan Kota Kab di jawa . tujuan kami adalah rumah Mbak Lusi….lega rasanya bisa sampai dengan selamat di sebuah rumah dengan ciri khas kalimantannya yang kental..lantainya beralaskan kayu ulin yang hitam pekat …dengan kilaunya..sepertinya sudah puluhan tahun kayu ini menjadi lantai rumah . yang mengembirakan adalah ternyata air di ketapang walau sama-sama menampung air hujan namun melimpah ruah…. Tak sabar rasanya menguyur badan yang lelah ini dengan kesegaran air sampai puas…karena  sadar tak ada jeda bagiku untuk istirahat…waktu telah bergulir di Pukul 10.15 menit… peserta pasti sudah menunggu...ku pulas muka pucatku dengan sedikit bedak dan olesan lipstik…iih sepertinya mataku mulai menghitam seperti mata panda…sedikit ku koreksi dengan liquid fondation  namun tak cukup mampu untuk menyembunyikan lelahnya mata ini…. Bergegas ku pinjam setrika untuk merapikan bajuku berantakan . walaupun capek namun di hadapan peserta tetap harus tampil prima…apalagi  membawa nama JARIMATIKA Pusat… kamipun segera mnuju lokasi acara ….Kami di sambut dengan gembiraa….”panitia mengatakan salut dengan keputusan yang kami ambil untuk naik kapal..warga setempatpun belum tentu memilih tranportasi itu u menuju Pontinak “ kata ketua panitia….
bagiku ..peserta di sini .Luuuuar biasa dengan sebagian peserta yang tak lagi muda mereka setia menunggu kami dari jam 8 pagi….dan training pun di mulai …aku masih ingat …antusiasme peserta saat itu …wajah-wajah yang sengaja kutatap dalam agar aku bisa mengingatnya selalu…karena untuk meraka ..aku tempuh perjalanan luar biasa ini…dan memang sebuah niat diiringi perjuangan dan pengorbanan yang tulus membuat kita bener-bener total menjalani tugas saat itu….segala upanya ku gunakan untuk bisa menjelaskan JARIMATIKA ke mereka …sampai bener-benar mereka mantap menjawab  “ AHA” …lelahnya perjalanan hari itu terhapus dengan Nyamannya tidur di pulau kapuk…di rumahnya Mb Lusi dengan Tiupan semilirnya Kipas angin dan alunan musik …..membawaku kembali terseyum merasakan nikmatnya sebuah perjuangan ….dan saat pagi menjelang ..sudah bisa ku telp anak-anakku dan kukatakan…” ini hari terakhir mama di Kalimantan nak..besuk mama pulang! ..dan kita akan berkumpul kembali di rumah….” Dan ku nyakin anak-anakku di sebrang sana juga sudah menebar senyum….
Hari kedua di Ketapang berlalu….setelah tadi melaksanakan Training For Fasilitator dengan konsep baru…ada permainan komunikasi…permainan balon… pesan berantai dan di tutup dengan Micro teaching…. Endingnya Foto-foto bersama peserta…Terharuuu …Ibu-ibu dan bapak-bapak peserta training menyampaikan kalimat-kalimat yang membuat hatiku bangga dan bersyukur ucapan terimakasih mereka sudahkarenakami sudi berbagi  ilmu, aku terima sebagai hadiah terindah…bahkan selepas acarapun masih saja meraka mengirimkan sms terimakasih dan ucapan selamat jalan…. Hmmmmm mengharu biruu rasanya….senja terakhir di ketapang kami di ajak oleh panitia ke pantai …puas menyantap ale-ale… ( sejenis kerang laut yang menjadi Ikon Kota ketapang ) ..sambil memandang ke laut lepas…….sambil berucap…aku bisa berdiri di sini karena JARIMATIKA  dan untuk JARIMATIKA, ku panjatkan doa semoga ke depan masih di beri kesempatan untuk bisa menikmatika Indonesia yang sesungguhnya….

Kamis, 12 juli 2007


Hari yang ku tunggu …setelah seminggu lebih  hari berlalu dengan sejuta kenangan dan pengalaman seruuu …jam 08,00 WIB kami menuju bandara kecil di kota Ketapang bernama bandara RAHADI OSMAN….pesawat yang kami naiki bukan jenis Boing 737 400 apalagi boing 737 900..pesawat yang kami naiki adalah jenis Boing ATR 42 yang berpenumpang kurang dari 50 orang , dengan baling-baling tepat di samping jendela membuat  gemuruh suaranya sedikit memekakkan telinga….





sedikit insident ketika di ruang chek in karena kami membawa 10 kg jenis jeruk kalimantan yang ternyata membuat kami kelebihan bagasi J..penerbangan dari Ketapang tidak langsung menuju semarang..namun transit dulu di Bandara Iskandar di  Pangkalan Bun…Kota waringin Barat di Kalimantan Tengah. makin menambah kamus nama-nama bandara dan deretan kota yang pernah ku kunjungi walau Cuma 30 menit di Pangkalan bun. Seiring laju pesawat melintasi garis tengah landasan pacu….…perlahan namun pasti meninggi menyembunyikan roda-rodanya …Mesinnya makin mendorong pesawat  kian tinggi meninggalkan Pulau Borneo..dengan sejuta keistimewaannya….menembus hamparan awan putih dengan pemandangan hijau terhampar di bawah kita…..Kalimantan yang ramah …dan ku berharap JARIMATIKA masih memberiku kesempatan untuk mengunjunginnya kembali……anganku masih melayang mengingat perjalan di atas Gunung palung yang luar biasa..masih terbayang wajah-wajah pesrta yang antusias belajar JARIMATIKA baik di Pontianak maupun di Ketapang….masih ingat gaya-gaya meeka saat melakukan Micro teaching….hingga suara deru mesin pesawat mulai reda…dan melayang mendekati landasan bandara A yani Semarang….merendah dan menyentuh landasan dengan  dengan lembut …namuuun ooooooh masih 3 jam lagiii untuk sampai rumah…. J)