NASKAH DALAM SINOPSIS INI TERPILIH MENJADI 20 TERBAIK DALAM AUDISI "BYE-BYE OFFLINE " nya @MIC Publishing , DUKUNG DENGAN KLIK N KOMENT di NOTE nya...yaa AGAR TERPILIH JADI 15 BESAR DAN DI BUKUKAN. Terimakasih
Bukan Tanpa sebab sesuatu itu bisa terjadi, segala sesuatu yang kita peroleh pasti berawal dari sesuatu tindakan ….sekecil apapun tindakan itu , “Does the flap of butterfly’s wing in Brazil, set off the Tornado in Texas?”. Bisakah kepakan sayap kupu-kupu di Brazil, menimbulkan tornado di Texas?, begitu sepenggal kalimat yang aku baca pada sebuah artikel di lionmag (majalah lion air) yang menemaniku sepanjang penerbangan Semarang -Jakarta - Pekanbaru untuk yang ke dua kali ini, kulirik jam tangan di penumpang sebelah kiriku telah menunjukkan pukul 14.15 WIB artinya penerbangan ini sudah berlalu selam 30 menit, masih ku baca artikel di LIONMAG edisi Desember itu dengan seksama masih tentang kalimat-kalimat yang tersusun pada artikel tentang efek kupu-kupu yang mencuri perhatianku.
@mengawali ceritaku
Duluu sekali ketika masa sekolah dan kuliah , hobiku berorganisasi dari organisasi di sekolah ,organisasi pemuda, hingga organisasi sosial masyarakat .Dan seabrek kegiatan. semua itu ku tanggalkan ketika memutuskan untuk menikah. Jadi Ibu Rt yang nyaman dan damai ngurus rumah, suami dan anak. sampai-sampai kedua anakku tak mengenal susu formula karena waktuku full untuk mereka.
Suatu ketika Suami kehilangan pekerjaan,Saat itu aku mulai berpikir meninggalkan Zona nyamanku sebagai Istri, hingga akhirnya aku mencoba memanfaatkan ijazahku untuk melamar pekerjaan , mengingat usia ternyata sulit sekali mendapatkan pekerjaan yang di harapkan hingga akhirnya aku sempet di terima menjadi penyiar di radio yang baru saja berdiri…namun hanya bertahan 3 bulan, lepas menjadi penyiar aku mencoba melamar di sebuah dealer YAMAHA dan hanya menjadi marketinmg alias sales yang di tempatkan di kantor cabang.
MEMAKSAKAN DIRI BEKERJA DI BIDANG YANG TAK SESUAI JALUR MEMANG BERTENTANGAN DENGAN HATI NURANI.
Menjadi orang gajian yang harus tunduk pada aturan .aku mulai berpikir untuk mengundurkan diri saja dari dealer dan ingin kembali membangun usaha dari rumah.namun ternyata tak semudah yang di bayangkan , tantangan justru datang dari orang terdekat. Namun tekadku makin bulat, 1 Agustus 2006 setelah ku terima Amplop terakhirku, kusisihkan sebagian honorku untuk mengikuti Basic Training Jarimatika selama 2 hari . Dari sanalah aku kenal jarimatika dan bertemu dengan seorang bunda hebat yang banyak memberikan inspirasi bagi ku sebagai perempuan, sebagai ibu yang tak boleh patah arang berkarya walau bekerja di rumah. Perempuan harus profesional di rumah maka rejeki akan mengikutinya… be profesional rejeki follow begitu kutipan kalimat yang menyemangatiku


Seminngu setelahnya dengan pengalaman belajar sebagai pendidik, aku aktif cari murid untuk bisa jadi kelas pertama jarimatika di rumahku, promosi gencar aku lakukan mengenalkan ilmu berhitung ini dari sekolah ke sekolah. Sesekali aku ajak anakku yang sudah jadi murid pertamaku untuk mendemokannya di Pertemuan-pertemuan PKK.Mulai menata rumah menjadi ruang-ruang kelas , membuka –buka kembali buku pendidikan , teknik mengajar dan lain sebagianya. Semangatku kembali bersinergi dengan pikiran , hingga badan terasa berenergi kembali ketika 3 orang murid pertama hadir, mengajarnya dengan semangat, menikmati fase demi fase transfer ilmu dalam segala rupa warna kejadian di kelas pertamaku. Allah justru memberiku anugrah yang lebih indah, sore itu nada dering di hape jadulku berbunyi...ada suara dari seberang meminta aku untuk mengajar calon-calon guru jarimatika.Sebuah titik balik di sore itu!
Hingga saat ini…. untuk kesekian kalinya aku terbang melintas batas anganku …tak terbanyang bisa berkali-kali menjajaki daerah-daerah seluruh Nusantara. Menikmati Indonesia dengan sesungguhnya,melintasi laut menyebrang pulau dari Ujung Aceh hingga Ujung Pandang. Dari lokasi yang sangat nyaman hingga medan yang ganas seperti saat melintasi pedalaman Kalimantan dengan kapal selama 12 jam . Demi berbagi ilmu, "Aku ibu rumah tangga dengan dua anak”. Yang sekarang punya sebuah usaha kursus dengan ratusan anak didik di rumah. yang bisa memberikan tambahan income buat keluarga hanya dari rumah. Dari audienku yang hanya 6 orang menjadi ratusan orang hingga aku berdiri menjadi pembicara di depan seribu orang.Bahkan di jalan ini akhirnya mengantarku menjadi penulis.
....Dan teori “ effect kupu-kupu “ itupun akan singgah pada setiap peserta training yang ku temui , sehinggga akan banyak lagi cerita-cerita baru dari para ibu, yang berawal dari langkah untuk kembali ke rumah . Sekecil apapun tindakan para Ibu dapat membuat sebuah perubahan besar. Semakin jauh melangkah makin banyak ilmu yang bisa kita berikan kembali untuk keluarga, sebuah cerita yang di awali dari keringanan kaki , hati dan niat yang tulus Untuk Keluarga. Seperti kepakan sayap kupu-kupu Brazil ( yang di anggap lemah ) namun sanggup membuat angin besar sekuat TORNADO di Texas…. Semangat pagi Bunda !!!




Bukan Tanpa sebab sesuatu itu bisa terjadi, segala sesuatu yang kita peroleh pasti berawal dari sesuatu tindakan ….sekecil apapun tindakan itu , “Does the flap of butterfly’s wing in Brazil, set off the Tornado in Texas?”. Bisakah kepakan sayap kupu-kupu di Brazil, menimbulkan tornado di Texas?, begitu sepenggal kalimat yang aku baca pada sebuah artikel di lionmag (majalah lion air) yang menemaniku sepanjang penerbangan Semarang -Jakarta - Pekanbaru untuk yang ke dua kali ini, kulirik jam tangan di penumpang sebelah kiriku telah menunjukkan pukul 14.15 WIB artinya penerbangan ini sudah berlalu selam 30 menit, masih ku baca artikel di LIONMAG edisi Desember itu dengan seksama masih tentang kalimat-kalimat yang tersusun pada artikel tentang efek kupu-kupu yang mencuri perhatianku.
@mengawali ceritaku
Duluu sekali ketika masa sekolah dan kuliah , hobiku berorganisasi dari organisasi di sekolah ,organisasi pemuda, hingga organisasi sosial masyarakat .Dan seabrek kegiatan. semua itu ku tanggalkan ketika memutuskan untuk menikah. Jadi Ibu Rt yang nyaman dan damai ngurus rumah, suami dan anak. sampai-sampai kedua anakku tak mengenal susu formula karena waktuku full untuk mereka.
Suatu ketika Suami kehilangan pekerjaan,Saat itu aku mulai berpikir meninggalkan Zona nyamanku sebagai Istri, hingga akhirnya aku mencoba memanfaatkan ijazahku untuk melamar pekerjaan , mengingat usia ternyata sulit sekali mendapatkan pekerjaan yang di harapkan hingga akhirnya aku sempet di terima menjadi penyiar di radio yang baru saja berdiri…namun hanya bertahan 3 bulan, lepas menjadi penyiar aku mencoba melamar di sebuah dealer YAMAHA dan hanya menjadi marketinmg alias sales yang di tempatkan di kantor cabang.
MEMAKSAKAN DIRI BEKERJA DI BIDANG YANG TAK SESUAI JALUR MEMANG BERTENTANGAN DENGAN HATI NURANI.
Menjadi orang gajian yang harus tunduk pada aturan .aku mulai berpikir untuk mengundurkan diri saja dari dealer dan ingin kembali membangun usaha dari rumah.namun ternyata tak semudah yang di bayangkan , tantangan justru datang dari orang terdekat. Namun tekadku makin bulat, 1 Agustus 2006 setelah ku terima Amplop terakhirku, kusisihkan sebagian honorku untuk mengikuti Basic Training Jarimatika selama 2 hari . Dari sanalah aku kenal jarimatika dan bertemu dengan seorang bunda hebat yang banyak memberikan inspirasi bagi ku sebagai perempuan, sebagai ibu yang tak boleh patah arang berkarya walau bekerja di rumah. Perempuan harus profesional di rumah maka rejeki akan mengikutinya… be profesional rejeki follow begitu kutipan kalimat yang menyemangatiku


Seminngu setelahnya dengan pengalaman belajar sebagai pendidik, aku aktif cari murid untuk bisa jadi kelas pertama jarimatika di rumahku, promosi gencar aku lakukan mengenalkan ilmu berhitung ini dari sekolah ke sekolah. Sesekali aku ajak anakku yang sudah jadi murid pertamaku untuk mendemokannya di Pertemuan-pertemuan PKK.Mulai menata rumah menjadi ruang-ruang kelas , membuka –buka kembali buku pendidikan , teknik mengajar dan lain sebagianya. Semangatku kembali bersinergi dengan pikiran , hingga badan terasa berenergi kembali ketika 3 orang murid pertama hadir, mengajarnya dengan semangat, menikmati fase demi fase transfer ilmu dalam segala rupa warna kejadian di kelas pertamaku. Allah justru memberiku anugrah yang lebih indah, sore itu nada dering di hape jadulku berbunyi...ada suara dari seberang meminta aku untuk mengajar calon-calon guru jarimatika.Sebuah titik balik di sore itu!
Hingga saat ini…. untuk kesekian kalinya aku terbang melintas batas anganku …tak terbanyang bisa berkali-kali menjajaki daerah-daerah seluruh Nusantara. Menikmati Indonesia dengan sesungguhnya,melintasi laut menyebrang pulau dari Ujung Aceh hingga Ujung Pandang. Dari lokasi yang sangat nyaman hingga medan yang ganas seperti saat melintasi pedalaman Kalimantan dengan kapal selama 12 jam . Demi berbagi ilmu, "Aku ibu rumah tangga dengan dua anak”. Yang sekarang punya sebuah usaha kursus dengan ratusan anak didik di rumah. yang bisa memberikan tambahan income buat keluarga hanya dari rumah. Dari audienku yang hanya 6 orang menjadi ratusan orang hingga aku berdiri menjadi pembicara di depan seribu orang.Bahkan di jalan ini akhirnya mengantarku menjadi penulis.
....Dan teori “ effect kupu-kupu “ itupun akan singgah pada setiap peserta training yang ku temui , sehinggga akan banyak lagi cerita-cerita baru dari para ibu, yang berawal dari langkah untuk kembali ke rumah . Sekecil apapun tindakan para Ibu dapat membuat sebuah perubahan besar. Semakin jauh melangkah makin banyak ilmu yang bisa kita berikan kembali untuk keluarga, sebuah cerita yang di awali dari keringanan kaki , hati dan niat yang tulus Untuk Keluarga. Seperti kepakan sayap kupu-kupu Brazil ( yang di anggap lemah ) namun sanggup membuat angin besar sekuat TORNADO di Texas…. Semangat pagi Bunda !!!



