Sapa pagi !!!

"MEMBERI YANG TERBAIK UNTUK KELUARGA, BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN"

Senin, 25 Maret 2013

Dead Line itu memecut diri untuk menghasilkan

Harus di paksa dan harus punya DL ( Dead Line ) itu mungkin cara kita untuk bisa meyelesaikan target untuk diri sendiri. Berkomitmen untuk diri sendiri itu sangat sulit. Tahun lalu dengan sedikit memaksa diri untuk lompat dari zona lama menuju zona baru, aku memprogram diri untuk bisa menyusun 5 buku  latihan Fun Mathematic untuk anak-anak Cendekia Kids.Kenapa harus ,karena aku tidak mungkin mempertahankan produk yang sudah tidak sesuai. Banyak protes ketidakpuasan. Murid makin lama makin berkurang, Guru masih repot menyiapkan materi yang anak-anak butuhkan.Walaupun sampai saat ini masih saya aku edit sana-sini menyesuaikan terus kebutuhan belajar anak-anak Cendekia Kids Club. Dan akhirnya malah tersusun 7 buku.

Sejak kemarin aku ikut kelas Short story for Kids. Info aku dapat 2 hari sebelum kelas dimulai. Biayanya Rp 250.000 untuk coaching selama 4 minggu.  Kenapa ikut? yaa karena bagiku hidup harus punya tantangan. Jika kita sebagai ibu rumah tangga tidak punya tantangan , maka yang terjadi hanya mengandalkan suami dan jenuh dengan rutinitas sehari-hari. Padahal hidup bukan membiarkan tubuh kita tumbuh dan menua. Kita bukan seonggok daging yang dibiarkan hingga membusuk tak berguna. Kita harus punya banyak cara untuk memaknai hidup.



Dengan mengikuti sebuah training penulisan maka mentor  kita akan memberikan panduan step by step yang harus diikuti, tugas-tugas yang harus di kerjakan dari sana kita seperti menaiki tangga succes plan seperti yang biasa kita liat pada status teman-teman pelaku MLM . Goalnya apa? yaa membuat buku . ada produk yang bisa kita persembahkan untuk diri sendiri. Syukur-syukur jika kita mampu menawarkan hasil kita ke penerbit. Selanjutnya yaa cari lagi tantangan baru. :)


Yaach sebagai perempuan memang harus selalu memberi penghargaan untuk diri kita dengan sebuah produk. Produk dari hasil belajar. Apa saja , bisa berupa masakan hasil kita berkutat didapur, tulisan, belajar nyetir misalnya , atau dalam kontek religi seperti hafalan surat tiap hari.Bahkan juga bisa keberhasilan kita mengendalikan diri saat harus bersabar dalam suasana hati yang kurang baik.