ceritanya nie lagi Hobi nulis,
Pokoknya nulis apa saja.... namanya juga belajar :) , untuk kali ini coba nulis cerita anak. simak yaaa CEKIDOT :))
Panas terik yang tak bersahat buat Naila untuk berpuasa di hari ke 2, berkali-kali berlari ke ruang tengah untuk melihat arah jarum jam, matanya megamati dengan teliti setiap detik waktu yang terlewat.gadis 7 tahun itu sudah 3 kali melihat jam.
Pokoknya nulis apa saja.... namanya juga belajar :) , untuk kali ini coba nulis cerita anak. simak yaaa CEKIDOT :))
Panas terik yang tak bersahat buat Naila untuk berpuasa di hari ke 2, berkali-kali berlari ke ruang tengah untuk melihat arah jarum jam, matanya megamati dengan teliti setiap detik waktu yang terlewat.gadis 7 tahun itu sudah 3 kali melihat jam.
"Ibu , magribnya kok lama sie", sambil melangkah lagi menuju kamar.
"masih 4 jam lagi sayang, sabar yaa... kan katanya mau jadi Pemenang" kata ibu sambil senyum-seyum
"Aku nggak mau puasa setengah hari, aku mau puasa penuh " semangat Naila
" Iya makanya harus sabar ya, nie ibu buatin gambar-gambar di kertas, ayo ambil crayonmu di warnai yang bagus yaaa ...nanti tunjukin ke Bapak kalo sudah selesai ".
pinta Ibu sambil menyodorkan beberapa kertas yang sudah ibu corat-cret dengan gambar-gambar buah dan sayur dengan pencil.
Dengan semangat di ambilnya crayon di kotak pink itu , dan dengan possi tiarap bak tentara yang sedang mengintai, Naila larut dengan crayonnya, dengan semangat mengoreskan warna demi warna ke bagian kertas yang di gambar oleh ibu. perlahan -lahan gerakannya melambat , mungkin juga karena dia merasakan sejuknya tiupan angin yang masuk dari bawah daun pintu samping hingga membuat dingin lantai ,matanya yang mugil makin lama -makin berat , hingga lelah dan tertidur .
Ibu membereskan kertas dan krayon yang masih berserakan di lantai .
Sudah satu jam Naila terlelap di ruang tengah , Ibu sudah mulai sibuk di dapur utuk menyiapkan menu buka. Sampai Azdan Asar mengalun membangunkannya...
"Sudah magrib yaaa bu, bisik Naila sambil membuka mata melirik jam ,
masih lama yaa
" Sebentar lagi kok sayang , eeh tau nggak ibu memasak sayur kesukaanmu looh , ada Ayam kremes juga, kamu suka kan ?? " ,bujuk ibu.
"Ayuk mandi dulu biar seger , trus Sholat Ashar biar pahalanya berlipat-lipat, oke ", pinta Ibu sambil membopong Naila ke tempat duduk.
"Habis mandi dan Sholat , Bapak ajak Jalan-jalan yaaa "Kata Bapak.
"Hmm tubuh mu sekarang segar kan?? Ndak lemes lagi kayak tadi ?? puji bapak pada Naila.
Yang di puji masih berjalan lemas sambil di buat-buat , bapak ibu tertawa melihat tingkah Naila
"Bapak , magrib sebenarnya jam berapa sie.....", Tanya Naila
"Untuk saat ini magribnya jam 17.45 sayang, artinya jam lima lebih empat puluh lima menit, sebentar lagi kan ?
Jawab bapak dengan santai
"Kok dari tadi jam 3 teruss"
"Boleh ndak kalo jamnya di puter ?? pinta Naila, berharap waktu berlari ke waktu magrib.
"Hmmmm ..Boleh saja ..silahkan kalo jam nya mau di puter biar cepet ke jam 6 " kata Ayah
"Asyiiik.... dengan semangat naila mengambil jam di ruang tengah dan memutarnya "...Sudah pak, kata naila
jadi sudah boleh buka kan pak??,
"Looh itu kan baru jam di ruang tengah sayang, jam di kamar ibu belum, trus jam di ruang tamu dan jam di dapur juga belum di puter kan ?? kata bapak menjelaskan.
perkataan bapak yang ini di respon anak itu dengan gerakan kepala mangut-mangut
Naila cemberut, tapi semagat menuju kamar dan memutar jam di kamar menjadi jam 6, kemudian berlari lagi ke dapur untuk memutar jam yang ada di dapur, terakhir bapak membantu menurunkan jam yang ada di ruang tamu untuk di putar Naila menjadi jam 6.
" Horeee... jam nya sudah jam 6 semua , jadi udah boleh buka kan Pak?, teriak Naila sambil berlari ke meja makan yang masih kosong .
"Naila, jam tetangga juga sudah di putar? jam Masjid, jam di rumah Eyang ? juga harus di putar juga lho sayang " Yang ini Ekspresi bapak sambil menahan tawa.
"Lho...kok sampe jam tetangga, jam masjid dan jam rumah Eyang juga??" Kata naila agak kecewa
"Ya iyalah....kan harus jam 6 semuanya, baru bisa buka puasa" , Sahut Bapak sambil melirik Ibu yang dari tadi seyum-eyum melihat tingkah Naila.
"Ya iyalah....kan harus jam 6 semuanya, baru bisa buka puasa" , Sahut Bapak sambil melirik Ibu yang dari tadi seyum-eyum melihat tingkah Naila.
"Ya....capek dhe, mending nunggu aja, ketimbang mesti capek-capek muter jarum jam sedesa." Naila kembali duduk namun masih sibuk memainkan jarum jam yang ada di tangannya.
Allahu akbar..allahuakbar
terdengar suara azan magrib berkumandang, kesibukan Naila memutar jam membuat waktu berlalu dengan cepat dan Gadis kecil yang baru belajar puasa itu, bisa melaksanakan niatnya untuk puasa penuh di hari ke dua Ramadhan dan perhak memetik Bintang ke 2 , di Pohon bintang yang di buat Ibu .Alhamdulilah
@vivin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar