Ayam dan Itik
Seekor Itik Jantan baru saja lolos dari pemangsanya seekor Musang yang lapar .Itik itu lari sekuat tenaga hingga kaki-kakinya berdarah terkena duri-duri semak. Bulu-bulunya juga rontok karena melewati pohon-pohon Nanas. Dalam remang petang hari yang mendekati gulita.
Sementara sang musang yang lapar terus saja tak putus asa mengejar mangsanya . Sang Itik mengecoh musang dengan memasuki sebuah kandang Ayam di kandang itu dihun oleh seekor Ayam Jago yang sangat sombong dan angkuh . Sang jago yang gagah dengah bulu-bulu merah keemasan itu menatap angkuh sang Itik dengan memamerkan taji-tajinya yang panjang
Ayam jantan itu mencoba melompat dengan mengarahkan tajinya ke Itik malang, agar Itik malang itu keluar dari Kandang . Sang Ayam Tau di depan kandang sang musang lapar sudah siap menunggu mangsanya . Hari makin gelap
Si Itik malang itu hanya tinggal diam melihat tingkah laku sang Ayam jantan. Sesekali menghindar dari serangan taji-taji Sang Ayam yang runcing dan panjang . Sedang diluar sana Musang lapar berkeliaran di kandang menunggu mangsa. Itik tetap bertahan tanpa perlawanan walau bulu-bulunya kini makin menipis tercabik taji ayam . Itik malang itu hanya bertahan dan tidak melawan berharap musang segera pergi dan dia bisa segera lepas pula dari Ayam Jantan.
Dengan bersahaja Lalu sang Itik berkata pada Ayam jantan angkuh itu, "Jangan berpikir bahwa saya akan menyerah dan diam saja melihat tingkah lakumu , karena saya sedikitpun tak takut kepadamu ".
"Kelak kamu akan aku beri pelajaran menambah beban kesusahan orang lain yang sedang di timpa kemalangan itu perbuatan seorang pengecut "

Tidak ada komentar:
Posting Komentar