Sapa pagi !!!

"MEMBERI YANG TERBAIK UNTUK KELUARGA, BERMANFAAT UNTUK ORANG LAIN"

Kamis, 09 April 2015

Rumah Impian

Tak ada batasan untuk bermimpi.
Mimpi tidak bayar.
Harus berani bermimpi.
Mungkin begitu yaa ...sekelumit kalimat tentang kebebasan kita bermimpi dan cmenjemput impian. Tinggal bagaimana usaha kita menjemput impian itu.
Kali ini saya pengen cerita tentang rumah impian. Bebas donk... Cerita gratis kok. Biar tervibrasi juga kalau kita sudah tetapkan goal yang pasti tentang rumah impian kita.
Jadi rumah yang sekarang bukan rumah impian nie?.. Hihi. Rumah yang sekarang hasil dari mimpi beberapa tahun lalu nyaitu "ingin punya rumah sendiri" namun mungkin nieh otak belum berani bermimptentang rumah impian. merancang rumah sendiri yang bagaimana ?. Yang penting punya rumah. 

Yang namanya emak-emak yaa kan kodratnya memang dirumah. Momong anak ,masak, bercocok tanam. Kata syair mars PKK kan ... "Tata laksana di dalam rumah tangga ,rapi dan indah ,didilklah putra berpribadi bangsa trampil dan sehat, kembangkan koprasi jagalah lingkungan .... " ( padahal sering lupa arisan PKK )hihihi#Plak.Idealnya yaa begitu... Kalau bapak-bapak mungkin ada yang karena kesibukannya rumah itu yaa yang paling enak buat tidur.

Jadi yaaa.... Udah kodrat tuuh. Hak para emak untuk mendapatkan hunian nyaman dan nyaman buat hidupnya. Iyaa dong punya ruang tamu ,dapur dan kudu full Hot spot area hehe...Kayaknya gimana gitu yaaa sebuah rumah kalau ndak ada ruang tamu... sampai malu kalau didatangin teman ndak ada tempat buat mempersilahkan tamu buat duduk. Haduuh.

Naah mulai nie ... Ngayal tentang rumah impian. berhubung udah cocok dengan lingkungan rumah yang sekarang. Sepertinya impian saya hanya ingin mempercantik gaya tampilan dan menambah ruang sesuai dengan kebutuhan. Kalau dilihat dari ukuran luas rumah sekarang yang amat sangat sempit. Sepertinya memang kudu dijadiin 2 lantai.
Tapi kebanyakan di banyak rumah  tetangga yang berlantai 2 tidak pernah difungsingan sebagaimana mestinya entah apa sebabnya. Melihat itu impianku nanti rumahku akan aku sulap menjadi sebuah rumah minimalis berlantai dua dengan tangga di depan. Mengapa ? Karena sesuai impian aku tetap akan memfungsikan rumah sebagai rumah belajar.

Lantai atas untuk anak-anak Les  . Tangga depan sebagai akses anak-anak lesku nanti menuju ke kelasnya.Bagian atas dibagi menjadi beberapa ruangan.Yang penting ada dua kelas utama dengan ukuran minmal 3 x4 meter  kelas untuk anak-anak kecil dengan lesehan, dan kelas untuk anak - anak besar dengan kursi lipat. Lengkap dengan kantor pribadi minimalis dengan seperangkat PC, Etalase untuk meletakkan barang dagangan .

Sementara untuk lantai bawah  hanya merombak bagian depan dengan full kusen kaca sehingga terkesan luas memanfaatkan kusen kaca yang ada. Ruang tamu yang minimalis tanpa banyak detail. Bisa juga difungsikan sebagai ruang keluarga dengan sofa bed yang lucu. Tinggal memindah LCD dan home teathet yang ada d kamar ke ruang tamu yang diletakkan di atas  rak pendek agar terkesan simple.

Air kricik2 yang sudah ada tinggal d fungsikan kembali .Mengganti meja makan  meja makan dengan ukuran lebih besar dengan empat kursi bermodel minimalis. Semuanya serba simple saja karena memang simple is perfect (tepatnya ruangan terbatas hihi). Untuk Garasi tinggal ngikutin mempercantik bagian depan. dan merapikan pernak perniknya semisal, cover, bekas jok belakang, shower jet ang kabelnya kadang bikin kesandung :). vacum cleaner yang belum punya tempat. Lemari penyimpan alat-alat semasa buka bengkel yang jadi rumah si mickey dan mini. :))

Untuk dapur , lagi2 simple saja... Minimalis . Dan berita baiknya hari ini daftar jadi reseller oxone. hihi.Tinggal memikirkan bagaimana menata barang -barang itu nanti agar terhindar dari gangguan tikus. Hiks makluk yangsatu  ini selalu yang bikin jengkel. 

Yang bikin tak terkonsep dengan rumah sekarang adalah banyaknya barang-barang dan tidak ada tempat lagi untuk meletakkanny.Barang-barang yang belinya pakai duit yang nggak sedikit  dari hobi otomotif sehingga banyak aksesoris motor klalpot, box motor dimana-mana. Hobi utak utik komputer sehingga CPU rusak dimana-mana, hobi memancing (kotak kelengkapan pancing bertumpuk-tumpuk). Toolset segala rupa. seperangkat sound sistem yang memakan tempat. Habiss dech pokoknya tempatnya buat gudang. ditambah lagi kalau malam buat parkir tiga motor. Hadech

Keinginan ndak terbendung. Mana yang harusnya dibeli dulu mana yang  tidak. Bagi suami itu berharga pakai bingit....sementara bagi saya karena tidak merasa butuh dengan barang- barang yang ada disana- sini jadi cuma jadi objek penglihatan tanpa bisa memindahkan. Takutnya ternyata masih terpakai.Atau salah angkat jadi rusak,
Untuk dapur , lagi2 simple saja... Minimalis dan bisa menyimpan barang dengan aman. Tanpa tikus. Hiks makluk yang ini selalu yang bikin jengkel. 
Lalu apalagi nieh... Sepertinya hanya kerja keras dan doa yang tak putus untuk tervibrasi menjemput impian ini. terpakai

Sekarang tinggal bagaimana mewujudkan impian itu menjadi nyata. yang jelas menjemput impian tak akan bisa didapat hanya dengan tidur. tidur hanya bisa menghadirkan mimpi-mimpi. namun menjemput impian adalah proses meraih mimpi menjadi nyata. amien

7 komentar:

  1. Semoga rumah impiannya segera menjadi nyata ya, mak. :) Salam kenal dari Pekanbaru. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin...makasih mak liandamarta. salam kenal kembali. Waah dari Riau..kangen Riau jadinya beberapa kali pernah ke Pekanbaru dulu waktu aktivitas saya masih suka keliling ngajar jarimatika. Nginep di Penginapan sekitar jalan kecil depan Ramayana. kalu pulang dapet oleh2 lempuk. hehe. berburu souvenir di pasar. kangen suarif kasim2 hihi... Saya Pekalongan mak . maturnuwun sudah mampir kesini.

      Hapus
  2. mba pengajar ya? :) Imipian emg harus selalu diraih mba...kdg itu cara supaya kita punya sesuatu utk dicapai, bikin kita semangat kerja, terpacu jd sukses dll.. Impianku sndiri bukan soal rumah..buatku rumah yg skr udh cukup, toh aku lbh bnyk ngabisin waktu di kantor juga :). tapi aku pgn traveling ke banyak tempat yg blm prnh aku datangin... sedikit demi sedikit, toh tiap thn aku bisa nambah koleksi tempat2 baru di list travelingku :D., Ga ada yg ga mungkin kalo kita memang usaha utk mewujudkan impian kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal mak Fanny..senang banget akhirnya blog saya dapet pengunjung. ihikk. Betul itu bedanya impian sama mimpi. impian memecu kita untuk meraihnya. Iyaa aku ngajar (buka club belajar untuk anak usia 3-12 tahun ).Dulu sekitar 6 tahun lalu buka dirumah .Karena murid makin banyak dan ndak bisa nampung lagi terutama parkir. Kini ngontrak di jalan raya dengan biaya sewa aduhaiii bagi saya.Tapi karena butuh dan memang akses mudah saya bertahan 6 tahun. Makanya pengen banget kalau yang dirumah juga bisa jadi kelas lagi.Aku tadinya banyak keluar kota mak.Kurang lebih Lima tahunan keliling Indonesia ngisi pelatihan dan seminar untuk emak-emak tentang metode berhitung. Makanya kini justru pengen balik jadi emak-emak rumahan dengan rumah yang nyaman. Kasihan anak-anak tak tinggal2 terus. Semoga impian mak Feny terwujud yaaa ...betul tak ada yang tak mungkin suatu saat pasti akan sampai.

      Hapus
  3. semoga impian rumah idamannya segera tercapai ya mak.. salam kenal dari padangsidimpuan.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Subhanallah... emak-emak yang komen di Blog saya mengingatkan saya pada tempat-tempat yang pernah saya kunjungi. Apa kabar Padang sidempuan? Senang sekalii Alhamdulilah. Maturnuwun mak utari sudah berkunjung. Amien doanya

      Hapus
  4. semoga cepat tercapai ya mba viin, aamiin...aku juga pengen punya ruang kerja sendiri merangkap perpus mini, moga kesampaian aamini :*

    BalasHapus